Animated Pictures Myspace Comments
KAMI UCAPKAN TERIMA KASIH...???

Senin, 26 Desember 2011

CSS

PANDUAN RINGFKASAN CSS



OK, CSS salah satu materi yang wajib kita kuasai sebagai web designer, karena dengan menggunakan CSS, kita bisa membangun sebuah web dengan rancangan desain yang efektif dan fleksibel. Dengan CSS, kita tidak memanipulasi desain dari suatu elemen HTML dengan menambahkan atribut di tag tersebut, melainkan dengan menambahkan class/id tertentu ke dalam tag yang sudah kita tentukan dengan style yang sudah kita definisikan di CSS…
Kali ini kita akan membuat sebuah layout untuk halaman web yang akan kita buat. Di tutorial ini, kita tidak menggunakan framework, karena materi CSS tidak membutuhkan framework PHP, jadi tidak menggunakan framework pun web kita sudah bisa memakai layout dengan CSS.

Persiapan

Kita akan membuat 2 buah file, yaitu index.php dan style.css dengan nama folder root misalnya web_css, jadi URL yang akan kita gunakan untuk tutorial ini adalah http://localhost/web_css.
Saya tidak akan menjelaskan bagaimana setting XAMPP atau paket server Apache lainnya di tutorial ini, karena kita sekarang akan fokus ke layouting dengan menggunakan CSS.
Catatan
  1. Tidak ada satupun kode PHP di tutorial ini, jadi Anda tidak perlu khawatir bila Anda belum menguasai PHP
  2. Anda bisa pula mengganti file index.php dengan ekstensi html, menjadi index.html
Buatlah sebuah file index.php dengan isi sebagai berikut:
<html>
    <head>
        <meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=UTF-8">
        <title>Tutorial CSS Layout | Harian Cheyuz</title>
    </head>
    <body>
    </body>
</html>
Simpan file di atas dihttp://localhost/web_css/index.php
Nah, menurut pengalaman saya, supaya styling bisa dipakai di berbagai browser, Anda harus menambahkan doctype yang ditambahkan sebelum tag html, sehingga isi file tersebut menjadi sebagai berikut:
<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 4.01 Transitional//EN">
<html>
    <head>
        <meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=UTF-8">
        <title>Tutorial CSS Layout</title>
    </head>
    <body>
    </body>
</html>
Mengapa demikian? karena doctype adalah instruksi untuk web browser tentang versi dari markup language (HTML) yang ada di halaman tersebut. Di sini kita menambahkan doctype untuk mendefinisikan bahwa versi dari markup language di halaman ini adalah XHTML, sehingga semua browser dapat membaca style yang sama.

Fixed Layout

Contoh di sini adalah layout fixed/ice, yang artinya lebar dari halaman web ini adalah tetap dan tidak akan berubah. Misalnya kita mendefinisikan lebar website kita adalah 950px, maka ketika kita melihat web dengan resolusi komputer yang berbeda layout web tersebut tidak akan berubah. Jadi ketika di lihat di monitor dengan resolusi tinggi, web kita akan terlihat kecil, sedangkan di monitor dengan resolusi rendah, web kita terlihat besar. Jadi tergantung resolusi dari monitor, bukan tergantung dari lebar window browser.

Membuat Layout 2 Kolom

Anda mengerti maksudnya? ya, untuk tutorial ini kita akan membuat halaman web dengan layout 2 kolom, karena akan terdapat sidebar di sebelah kiri dan ruang untuk konten di sebelah kanan.
Layout 2 kolom itu adalah layout standar yang biasa digunakan untuk blog. Coba Anda buat blog baru di wordpress atau blogger, pasti layout defaultnya adalah 2 kolom, yaitu konten di sebelah kiri dan sidebar untuk kategori/arsip di sebelah kanan.
Untuk tutorial berikutnya, saya akan membuat untuk layout 3 kolom, jadi terdapat 2 sidebar, di kiri dan di kanan,, coming soon ya, hehe.. :)

Pembagian Area

Pada tutorial kali ini, satu halaman website terdapat 4 bagian ‘area’ utama yang dibuat dengan tag ‘div’, yaitu header, sidebar, content, dan footer. Masing-masing div diberi atribut id dengan nama sesuai dengan nama area, misalnya id=”header” untuk div header, dan seterusnya.
Supaya lebih jelas, ayo kita langsung buat kode HTMLnya, tambahkan kode berikut di dalam tag ‘body’ yang ada di dalam file index.php:
...
<body>
        <div id="wrapper">
                <div id="header"></div>
                <div id="sidebar"></div>
                <div id="content"></div>
                <div id="footer"></div>
        </div>
</body>
...
Sejauh ini, kita sudah membuat 4 area utama dalam halaman web kita dan ‘terbungkus’ oleh div yg mempunyai id=”wrapper”, wrapper hanya istilah saja, karena fungsinya sebagai container untuk layout ice/fixed, sehingga wrapper ini kita tentukan lebar dan tinggi fix-nya, dan nantinya kita tentukan tinggi, lebar, dan posisi untuk keempat area tersebut di dalam file CSS. Secara default bila kita refresh halaman tersebut, maka sebenernya terdapat 4 tumpukan div dari atas ke bawah secara berurutan. Karena kita belum mengisikan apa2, maka tumpukan tersebut tidak akan terlihat, karena berupa container gaib (div) halah gaib haha..

Dummy Text

Sekarang kita buat dummy text untuk setiap area yang sudah kita buat supaya setiap area terdapat isi sample text. Dummy text adalah sekumpulan kata/kalimat sebagai contoh untuk dijadikan bahan percobaan untuk layout yang kita buat, coba Anda buka http://lipsum.com, di situ terdapat contoh dummy text Lorem Ipsum.

Header

Untuk header, tambahkan teks judul kita yang berupa link, seperti berikut:
<div id="header">
            <a href="http://localhost/web_css"><h1>Tutorial CSS Layout</h1></a>
        </div>

Sidebar

Untuk sidebar, kita buat contoh menu, ini hanya pemisalan aja, supaya kita bisa melihat bentuk menu yang akan kita tentukan di CSS.
Tambahkan kode html berikut di dalam div sidebar.
<div id="sidebar">
            <h3>Menu</h3>
            <ul class="menu">
                <li><a href="#">Home</a></li>
                <li><a href="#">Products</a></li>
                <li><a href="#">Contact Us</a></li>
                <li><a href="#">About Us</a></li>
            </ul>
        </div>

Content

Untuk konten, isikan saja paragraf lorem ipsum supaya kita ga capek mengetik contoh kalimat, hehe… kunjungi http://lipsum.com
<div id="content">
            <h2>Selamat Datang</h2>
            <p>Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. 
Donec vitae semper arcu. Fusce condimentum ultrices elementum. 
Maecenas adipiscing ullamcorper ante, in viverra velit imperdiet at.
 Nam sollicitudin consectetur tincidunt. 
Nam venenatis nunc ut sapien pellentesque venenatis. 
Donec in risus elit. Duis nec lectus quam. 
Pellentesque velit elit, iaculis in pharetra nec, posuere in nulla. 
Nunc et nulla eu metus interdum scelerisque. 
Nunc ultricies suscipit ligula, non vulputate nunc semper malesuada. 
Maecenas id euismod leo. Praesent vitae lectus sapien, id mattis eros. 
Integer non nulla felis, in pellentesque nunc. 
Mauris convallis dui in dui adipiscing tempor.
 Donec ornare sapien sed nisi adipiscing gravida. 
Nam volutpat pharetra lectus, euismod fermentum ipsum mollis quis.</p>
        </div>

Footer

Terakhir untuk footer, tambahkan aja copyright untuk website kita, misalnya copyright © 2010 by Cheyuz, kode lengkapnya:
<div id="footer">
            <p>Copyright &copy; 2010 by Cheyuz</p>
        </div>
Sekarang, tambahkan tag berikut sebelum tag ‘body’ yang berfungsi untuk meload file style.css yang akan kita buat nanti.
Nah, jadi kode HTML lengkap untuk file index.php adalah sebagai berikut:
<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.01 Transitional//EN">
<html>
    <head>
        <meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=UTF-8">
        <link href="style.css" rel="stylesheet" type="text/css" />
        <title>Tutorial CSS Layout</title>
    </head>
    <body>
        <div id="wrapper">
            <div id="header">
                <a href="http://localhost/web_css"><h1>Tutorial CSS Layout</h1></a>
            </div>
            <div id="sidebar">
                Menu
                <ul class="menu">
                    <li><a href="#">Home</a></li>
                    <li><a href="#">Products</a></li>
                    <li><a href="#">Contact Us</a></li>
                    <li><a href="#">About Us</a></li>
                </ul>
            </div>
            <div id="content">
                <h2>Selamat Datang</h2>
                <p>Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
 Donec vitae semper arcu. Fusce condimentum ultrices elementum. 
Maecenas adipiscing ullamcorper ante, in viverra velit imperdiet at.
 Nam sollicitudin consectetur tincidunt. Nam venenatis nunc ut
 sapien pellentesque venenatis.
 Donec in risus elit. Duis nec lectus quam. Pellentesque velit elit,
 iaculis in pharetra nec,
 posuere in nulla. Nunc et nulla eu metus interdum scelerisque. Nunc 
ultricies suscipit ligula, non 
vulputate nunc semper malesuada. Maecenas id euismod leo. Praesent vitae 
lectus sapien, id mattis eros.
 Integer non nulla felis, in pellentesque nunc. Mauris convallis dui in 
dui adipiscing tempor. Donec ornare 
sapien sed nisi adipiscing gravida. Nam volutpat pharetra lectus, 
euismod fermentum ipsum mollis quis.</p>
            </div>
            <div id="footer">
                <p>Copyright &copy; 2010 by Cheyuz</p>
            </div>
        </div>
    </body>
</html>

Preview

Bila Anda mengikuti langkah2 di atas dengan benar, maka hasilnya sesuai dengan tampilan yang ada di sini.
Nah, kasus di sini adalah layout Anda masih belum diberi style, posisi yang belum benar, pewarnaan belum ada, tinggi dan lebar yang belum didefinisikan, dan sebagainya, sekarang ayo kita buat CSSnya supaya benar2 sesuai dengan yang kita inginkan.

style.css

Setelah kita mengikuti langkah di atas untuk membuat isi dari halaman web (file index.php), sekarang kita buat style-nya dengan menghubungkan file index.php dengan style.css..
Buatlah file style.css satu folder dengan file index.php.

1. Default Style

Ga tau istilahnya apa, saya kasih istilah default style, yaitu style default untuk semua elemen/tag yang ada di halaman web, biasanya default style itu untuk jenis font, ukuran font, warna default, dan sebagainya. Penggunaannya dengan menambahkan karakter * di dalam file css sebagai variable.
*{
    font-size: 12px;
    font-family: sans-serif;
}
Coba Anda save, kemudian refresh browser.. maka jenis hurufnya akan berubah menjadi sans serif dan dengan ukuran 12px. Untuk judul, akan kita ubah ukurannya nanti.

2. Tag Styles

Tag style adalah tag yang diterapkan pada setiap tag dengan nama tag yang sesuai dengan variable yang didefinisikan di CSS.. misalnya untuk setiap h1, style hurufnya harus besar, tebal.. style untuk paragraf, misalnya harus alignment justify, ukuran hurufnya 12px, dan sebagainya.
Tambahkan syntax CSS tadi dengan syntax di bawah ini:
body{
  backgroung: #efefef;
  margin: 0;
}
a{
    text-decoration: none;
    color: black;
}
a:hover{
    text-decoration: underline;
    color: #0000cc;
}
h1{
    font-size: 36px;
    margin: 0;
}
h2{
    font-size: 24px;
}
Arti dari syntax tersebut adalah:
  1. background untuk tag ‘body’ secara default warna putih agak keabuan (#efefef) dan tidak ada margin
  2. untuk semua hyperlink, warna hitam dan tidak ada garis bawah
  3. hover, ketika mouse melewati setiap hyperlink, maka muncul garis bawah, dan warnanya menjadi biru tua
  4. Ukuran setiap h1 adalah 36px, dan setiap h2 adalah 24px

3. Layouting & Theming

Nah, ini yang paling penting, layouting dan theming. Layouting dan Theming adalah pendefinisian posisi untuk tata letak, warna, dan ukuran dari setiap tag div.
Pertama kita tambahkan style untuk div yang mempunyai id=”wrapper”, jadi variable di CSSnya dengan ditambahkan awalan karakter pagar (#).
#wrapper{
    width: 950px;
    margin: auto;
    background: #fff;
}
Syntax di atas adalah style untuk div yang mempunya id=”wrapper”. Dengan syntax di atas, Anda mengubah lebar wrapper menjadi fix 950 pixel, dengan margin auto yang berarti wrapper akan selalu berada di tengah2, dan mempunyai background berwarna putih, silakan refresh untuk hasilnya.
#header{
    height: 150px;
    background: #cdf;
}
Dengan syntax di atas, Anda telah membuat banner yang mempunyai tinggi 150 pixel dan warna background biru muda. Silakan direfresh!
#sidebar{
    float: left;
    width: 200px;
    border-right: 1px solid #ccc;
    padding: 5px;
}
Terlihat di kode di atas ada properti float, itu adalah untuk menentukan posisi untuk sidebar menjadi di sebelah kiri, untuk pembahasan float dan posisi lainnya di CSS, baca Pemahaman Position pada CSS, kemudian sidebar mempunyai lebar 200 pixel, dan ditambahkan padding 5 pixel untuk memberikan jarak dari text yang ada di dalam sidebar ke pinggiran ruang. refresh!
#content{
    float: left;
    width: 700px;
    padding: 5px 5px 5px 20px;
    border-left: 1px solid #ccc;
}
Untuk content, diberi float left, karena bertahap, bertumpuk dari kiri,, mempunyai lebar 700 pixel, dan mempunyai padding untuk atas, kanan, dan bawah 5 pixel, sedangkan untuk sebelah kiri 20 pixel untuk memberikan jarak terhadap pinggiran konten sebelah kiri, sehingga terlihat seolah2 garis pinggir di sebelah kiri yang berwarna abu2 adalah pemisah antara content dan sidebar.
#footer{
    clear: both;
    background: #bbb;
}
#footer p{
    text-align: center;
    padding: 20px;
    color: #fff;
    font-size: 10px;
    font-weight: 900;
}
Untuk footer, saya memberi clear both, yang artinya membersihkan dari float-float yang ada di atasnya, yaitu sidebar dan content, jika kita tidak memberi clear, maka jika kita menambahkan div di bawah footer, maka penumpukan menjadi kacau, tetapi jika memakai clear, posisi kembali menjadi baru seperti header (posisi footer = header = tidak 2 kolom). Untuk warna latar, saya beri background abu tua (#bbb).
Nah, terlihat di syntax itu ada “#footer p”, itu maksudnya adalah style untuk paragraf (p) yang hanya ada di footer, selainnya tidak. Khusus untuk p yang ada di footer, alignmentnya justify, kemudian warna putih, ukurannya 10 pixel dan tebal, kemudian diberi padding 20 pixel supaya jarak ke pinggiranya tidak terlalu rapat.
Nah, jadi syntax lengkap CSSnya adalah seperti berikut:
*{
    font-size: 12px;
    font-family: sans-serif;
}
 
body{
    background: #efefef;
    margin: 0;
}
a{
    text-decoration: none;
    color: black;
}
a:hover{
    text-decoration: underline;
    color: #0000cc;
}
h1{
    font-size: 36px;
    margin: 0;
}
h2{
    font-size: 24px;
}
 #wrapper{
    width: 950px;
    margin: auto;
    background: #fff;
}
#header{
    height: 150px;
    background: #cdf;
}
#sidebar{
    float: left;
    width: 200px;
    padding: 5px;
}
#content{
    float: left;
    width: 700px;
    padding: 5px 5px 5px 20px;
    border-left: 1px solid #ccc;
}
#footer{
    clear: both;
    background: #bbb;
}
#footer p{
    text-align: center;
    padding: 20px;
    color: #fff;
    font-size: 10px;
    font-weight: 900;
}

My SQL

  MySQL


MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.
Tidak sama dengan proyek-proyek seperti Apache, dimana perangkat lunak dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia MySQL AB, dimana memegang hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah: David Axmark, Allan Larsson, dan Michael "Monty" Widenius.

Sistem manajemen basis data relasional

MySQL adalah sebuah implementasi dari sistem manajemen basisdata relasional (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Setiap pengguna dapat secara bebas menggunakan MySQL, namun dengan batasan perangkat lunak tersebut tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam basisdata yang telah ada sebelumnya; SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian basisdata, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis.
Kehandalan suatu sistem basisdata (DBMS) dapat diketahui dari cara kerja pengoptimasi-nya dalam melakukan proses perintah-perintah SQL yang dibuat oleh pengguna maupun program-program aplikasi yang memanfaatkannya. Sebagai peladen basis data, MySQL mendukung operasi basisdata transaksional maupun operasi basisdata non-transaksional. Pada modus operasi non-transaksional, MySQL dapat dikatakan unggul dalam hal unjuk kerja dibandingkan perangkat lunak peladen basisdata kompetitor lainnya. Namun demikian pada modus non-transaksional tidak ada jaminan atas reliabilitas terhadap data yang tersimpan, karenanya modus non-transaksional hanya cocok untuk jenis aplikasi yang tidak membutuhkan reliabilitas data seperti aplikasi blogging berbasis web (wordpress), CMS, dan sejenisnya. Untuk kebutuhan sistem yang ditujukan untuk bisnis sangat disarankan untuk menggunakan modus basisdata transaksional, hanya saja sebagai konsekuensinya unjuk kerja MySQL pada modus transaksional tidak secepat unjuk kerja pada modus non-transaksional.

Keistimewaan MySQL

MySQL memiliki beberapa keistimewaan, antara lain :
  1. Portabilitas. MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
  2. Perangkat lunak sumber terbuka. MySQL didistribusikan sebagai perangkat lunak sumber terbuka, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara gratis.
  3. Multi-user. MySQL dapat digunakan oleh beberapa pengguna dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.
  4. 'Performance tuning', MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.
  5. Ragam tipe data. MySQL memiliki ragam tipe data yang sangat kaya, seperti signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.
  6. Perintah dan Fungsi. MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah Select dan Where dalam perintah (query).
  7. Keamanan. MySQL memiliki beberapa lapisan keamanan seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta sandi terenkripsi.
  8. Skalabilitas dan Pembatasan. MySQL mampu menangani basis data dalam skala besar, dengan jumlah rekaman (records) lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.
  9. Konektivitas. MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan protokol TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes (NT).
  10. Lokalisasi. MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meski pun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk di dalamnya.
  11. Antar Muka. MySQL memiliki antar muka (interface) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface).
  12. Klien dan Peralatan. MySQL dilengkapi dengan berbagai peralatan (tool)yang dapat digunakan untuk administrasi basis data, dan pada setiap peralatan yang ada disertakan petunjuk online.
  13. Struktur tabel. MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan basis data lainnya semacam PostgreSQL ataupun Oracle.

Bahasa pemrograman

Terdapat beberapa API (Application Programming Interface) tersedia yang memungkinkan aplikasi-aplikasi komputer yang ditulis dalam berbagai bahasa pemrograman untuk dapat mengakses basis data MySQL antara lain: bahasa pemrograman C, C++, C#, bahasa pemrograman Eiffel, bahasa pemrograman Smalltalk, bahasa pemrograman Java, bahasa pemrograman Lisp, Perl, PHP, bahasa pemrograman Python, Ruby, REALbasic dan Tcl. Sebuah antarmuka ODBC memanggil MyODBC yang memungkinkan setiap bahasa pemrograman yang mendukung ODBC untuk berkomunikasi dengan basis data MySQL. Kebanyakan kode sumber MySQL dalam ANSI C.

Penggunaan

MySQL sangat populer dalam aplikasi web seperti MediaWiki (perangkat lunak yang dipakai WikipediaPHP-Nuke dan berfungsi sebagai komponen basis data dalam LAMP. Popularitas sebagai aplikasi web dikarenakan kedekatannya dengan popularitas PHP, sehingga seringkali disebut sebagai Dynamic Duo. Text dicoret{{}} dan proyek-proyek sejenis) dan

Administrasi

Untuk melakukan administrasi dalam basis data MySQL, dapat menggunakan modul yang sudah termasuk yaitu command-line (perintah: mysql dan mysqladmin). Juga dapat diunduh dari situs MySQL yaitu sebuah modul berbasis grafik (GUI): MySQL Administrator dan MySQL Query Browser. Selain itu terdapat juga sebuah perangkat lunak gratis untuk administrasi basis data MySQL berbasis web yang sangat populer yaitu phpMyAdmin. Untuk perangkat lunak untuk administrasi basis data MySQL yang dijual secara komersial antara lain: MySQL front, Navicat dan EMS SQL Manager for MySQL.

Akusisi Oleh Sun dan Oracle

Pada tanggal 16 Januari 2008 Sun Microsystems, Inc mengumumkan aksi korporasi - akuisisi terhadap MySQL AB sehingga menjadikan Sun sebagai salah satu perusahaan dengan produk platform open source terbesar seperti Java, OpenSolaris dan akhirnya MySQL.
Berselang setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 20 April 2009 giliran Oracle melakukan akusisi terhadap Sun Microsystems. Sejak saat itu berkembang isu Oracle - yang memiliki produk database yang berkompetisi dengan MySQL - akan mematikan MySQL. Namun sampai sejauh ini hal tersebut belum terbukti.

Komunitas MySQL Indonesia

MySQL termasuk salah satu database utama yang digunakan di Indonesia terutama di kalangan developer PHP. Ini disebabkan native integration antara PHP dan MySQL serta banyaknya hosting yang menyertakan kedua produk tersebut karena bebas lisensi dan sudah terbukti tangguh dan efisien.
Website komunitas MySQL Indonesia yang terpisah dari komunitas PHP dapat Anda kunjungi di http://groups.google.com/group/mysql-indonesia.

DATABASE

DASAR-DASAR MICROSOFT ACCES

Bahasan : Dasar Dasar Penggunaan Program Microsoft Access Xp
Tujuan :
  1. Siswa Dapat Mengenal Program Microsoft Access Xp
  2. Siswa Dapat Menggunakan Program Microsoft Access Xp

  1. MENJALANKAN PROGRAM
Program aplikasi ini dikhususkan untuk pembuatan database atau basis data. Basis data merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menjelaskan tentang relasi atau hubungan antar beberapa data yang berupa tabel sehingga menghasilkan keluaran data atau ouput sesuai dengan yang diharapkan. Dalam lingkungan basis data ada beberapa komponen yang memiliki keterkaitan satu sama lain diantaranya:
    1. Tabel merupakan tempat disimpannya seluruh data dalam data base.
    2. Form sarana input dan output dengan sumber dan tujuan kedalam tabel dengan manipulasi tertentu.
    3. Query pemilihan output dari tabel sesuai dengan kriteria yang ditentukan
    4. Report pembuatan laporan berdasarkan tabel ataupun query
    5. Modules pengkodean program menggunakan bahasa visual basic, sehingga dihasilkan input dan output yang sesuai dengan keinginan kita.
    6. Macros perintah kecil menggunakan visual basic yang sudah disertakan dalam program microsoft acces
    7. Page sarana input dan output dengan menggunakan format halaman web
Untuk memulai menjalankan microsfot accces, ikutilah langkah-langkah dibawah ini:
  1. Klik tombol Start, pilih menu Programs Microsoft Access
  2. Tunggu hingga muncul jendela interface dari program
  3. Untuk fungsi secara umum hampir sama dengan program office lainnya.
  1. MEMBUAT DATABASE
Untuk mengawali pemahaman kita tentang program microsoft access ini, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah membuat sebuah basis data baru, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
    1. Pada taskpane klik pilihan blank database
    2. Tunggu hingga muncul jendela penyimpanan
    1. Simpan dengan nama Mahasiswa.mdb pada direktori kerja anda masing-masing (misalkan disket)
  1. MEMBUAT TABLE
Setelah kita menentukan database, saatnya sekarang untuk membuat tabel yang akan kita gunakan untuk menyimpan data kita. Adapun langkah yang harus anda lakukan adalah:
    1. Pada jendela database mahasiswa pilih Tables
    2. Klik tombol New
    1. Ketika muncul jendela New Tabel, anda pilih Design View
    1. dela berikutnya, yaitu penentuan Field Name dan data Type. Field name merupakan nama kolom pada tabel yang akan kita isi dengan data, sedangkan data type merupakan jenis data yang akan kita masukan pada kolom tersebut. Anda juga bisa melengkapi description atau keterangan bila perlu. Selain itu anda juga bisa mengubah field size, format, input mask dan lain-lain.
    2. Buat nama field dengan ketentuan sebagai berikut:
Nama Filed Data Type Field Size
NIM Text 8
Nama Mahasiswa Text 30
Tempat Lahir Text 30
Tanggal Lahir Date/Time
Jenis Kelamin Yes/No
Kode Jurusan Text 2

    1. Aktifkan Field Name NIM, kemudian klik gambar kunci untuk menjadikan field NIM sebagai primary key atau kunci utama (data akan diurutkan berdasarkan NIM dan tidak boleh ada data yang sama)
    1. Klik tombol Save untuk menyimpan tabel, tunggu hingga muncul konfirmasi
    1. Simpan dengan nama Mhs, kemudian klik tombol OK
    2. klik tombol close untuk kembali ke jendela database.

  1. MENAMBAHKAN TABEL
Untuk melengkapi database kita, buatlah beberapa tabel seperti ketentuan dibawah ini:

Tabel Jurusan
Nama Field
Data Type
Field Size
Kode Jurusan
Text
2
Nama Jurusan
Text
30

Ketika dalam pembuatan table kita tidak menyertakan Primary key (kunci index), maka access akan menanyakan kepada kita apakah ingin menambahkan primary key ?, anda cukup memilih No saja.
  1. MENGISI TABEL
Setelah kita selesai membuat tabel, kini saatnya kita mengisi tabel-tabel tersebut dengan data. Untuk dapat memasukan data kedalam tabel, dari jendela database anda double klik pada nama tabel yang akan diisikan data, atau bisa juga dengan mengklik tombol open setelah nama tabel yang akan diisi diaktifkan.
Isikan tabel-tabel tersebut dengan data sebagai berikut:
QUERY, FORM DAN REPORT
Bahasan : Query, Form dan Report Pada Program Microsoft Access Xp
Tujuan :
  1. Siswa Dapat Menggunakan Query, Form dan Report Program Microsoft Access Xp

  1. QUERY
Query digunakan untuk menampilkan data sesuai dengan yang ada ditabel maupun menurut seleksi yang kita berikan. Untuk membuat query langkah yang anda gunakan adalah:
    1. Aktifkan database Mahasiswa anda
    2. Pada jendela database pilih object query
    3. Klik tombol new
    1. Ketika muncul jendela New Query, pilih Design View, klik OK.
    2. Pada jendela Show Table, anda masukan tabel jurusan serta mhs, dengan cara mengklik tombol Add.
    1. Klik tombol Close, untuk menutup jendela show table.
    2. Klik drag field kode jurusan pada tabel mhs kedalam field kode jurusan pada tabel jurusan sehingga muncul garis yang menghubungkan kedua field ini.
    3. Dengan cara di klik drag, masukan semua field yang ada pada tabel mhs kecuali field kode jurusan kekolom yang ada dibagian bawah, masukan juga field nama jurusan pada tabel jurusan sehingga terlihaT.
    1. Simpan query tersebut dengan nama query Mhs
    2. Jalankan query dengan memilih menu query | run, atau bisa juga dengan mengklik icon run atau icon dan untuk kembali anda bisa mengklik icon
    3. Perhatikan hasilnya
    4. Jika kolom nama jurusan tidak menampilkan apa-apa kemungkinan ada kesalahan pada desain tabel (nama field, type data serta field size) atau mungkin pada datanya (isi kode jurusan dan nama jurusan)
    1. Pilih menu View | Design View, untuk menutup jendela query tersebut dan kembali kemode design
    2. Pada baris criteria pada kolom jenis kelamin, anda ketik no (untuk melihat data mahasiswi), kemudian klik icon run untuk melihat hasilnya. Coba ganti dengan yes dan lihat juga hasilnya. Kemudian hilangkan filternya.
    3. Anda juga bisa memfilter kolom data yang lain dengan cara menuliskannya pada baris kriteria. Misalkan kita ingin menampilkan nama mahasiswa yang huruf depannya a, caranya pada kolom nama mahasiswa pada baris criteria anda ketik Like “A*”
    1. Klik icon Run untuk melihat hasilnya.
    2. Simpan ulang dengan memilih menu File | Save As
    1. SimpaN dengan nama querymhsa
    2. Klik tombo OK

  1. FORM
Untuk memudahkan pengguna memasukan data kedalam data serta untuk menampilkan data kembali dari tabel disamping dari faktor keamanan data, maka kita bisa menggunakan form sebagai sarana input (masukan) serta output (keluaran) dari dan kedalam tabel.
Untuk membuat form, langkah yang bisa anda lakukan adalah:
    1. Dari jendela database anda pilih object form
    2. Klik tombol new, pilih design view serta tabel Mhs
    1. Klik tombol OK
    2. Pilih menu View | Form Header/Footer untuk menampilkan bagian header serta footer dari form
    3. Klik drag seluruh field yang ada pada tabel mhs, kemudian anda atur posisinya sehingga seperti terlihat seperti pada Gambar 2.8.
    4. Tambahkan label dari toolbox
    1. Ubah property form dengan cara pilih menu view | properties
    2. Pilih object Form, dan pada pilihan Default View, anda pilih Continuous Forms
    1. Pilih menu View | Form View untuk melihat hasilnya
    1. Simpan form tersebut dengan nama sub form mhs
    2. Buat lagi sebuah form baru, dengan memilih tabel jurusan, kemudian pada bagian detail anda masukan control subform/subreport dari toolbox
    3. Tunggu hingga muncul jendela sub form Wizard
    1. Pilih sub form mhs, kemudian klik tombol finish
    2. Masukan juga field nama jurusan dari tabel jurusan dan tambahkan label pada bagian header
    1. Simpan dengan nama form mhs
    2. Buat hubungan antar tabel dengan cara pilih menu tools | relationships…
    3. Masukan tabel jurusan dan tabel mhs. Buat hubungan antar tabel dengan mengklik drag field kode jurusan pada tabel jurusan ke field kode jurusan pada tabel mhs, ketika muncul konfirmasi klik tombol create.
    1. Tutup jendela relationships, ketika muncul konfirmasi penyimpanan jawab yes.
    2. Jalankan form dengan memilih menu View | Form View. Perhatikan hasilnya
  1. REPORT
Laporan digunakan untuk mencetak data yang ada pada tabel maupun berdasarkan data yang diolah dengan menggunakan query. Adapun langkah untuk membuat laporan yaitu:
    1. Dari jendela database aktifkan object report
    2. Klik dua kali pada pilihan create report by using wizard.
    3. Tunggu hingga muncul jendela report wizard
    4. Pilih query mhs sebagai sumber datanya dan pilihlah semua fieldnya
    1. Klik tombol Next > untuk meneruskan kelangkah berikutnya
    2. Pada jendela ini kita abaikan saja, langsung saja klik tombol Next >
    1. Urutkan laporan berdasarkan NIM dengan pengurutan Ascending (urut dari kecil). Klik tombol Next > lagi
    1. Pada bagian layout pilih tabular dengan orientation portrait. Klik tombol Next >
    1. Silahkan anda memilih style menurut selera masing-masing, misalkan anda pilih style casual. Klik tombol Next > lagi
    1. Ketik laporan mahasiswa pada bagian judul laporan anda, kemudian klik tombol Finish
    2. Untuk menampilkan jenis kelamin dengan bentuk lain, maka ada perlu mendesain ulang laporan tersebut, dengan cara aktifkan mode desain pada report laporan mahasiswa
    3. Hapus field yang ada dibawah label jenis kelamin
    4. Tambahkan control field dari toolbox, kemudian aktifkan propertinya
    5. Klik tombol pada control source kemudian anda ketik : =IIF([Jenis Kelamin]=Yes;"Laki-Laki";"Perempuan")
    6. Simpan lagi report anda kemudian jalankan dengan memilih menu View | Print Preview
APLIKASI TERAPAN

Bahasan : Aplikasi Terapan Pada Program Microsoft Access Xp
Tujuan :
  1. Mahasiswa Dapat Membuat Aplikasi Terapan Dengan Program Microsoft Access Xp

  1. MENAMBAHKAN FORM
Jika kita menggunakan access hanya seperti yang telah dibahas sebelumnya, rasanya program access ini sangat tidak efisien sekali. Bagaimana tidak, misalkan untuk memasukan data kita harus menjalankan form ini, sementara jika kita ingin mencetaknya kita harus menutup form tersebut kemudian menjalankan report dan seterusnya.
Disini akan kita coba membuat sebuah penerapan access yang akan kita padukan menjadi satu kesatuan utuh. Untuk memulainya ikuti langkah-langkah dibawah ini:
  1. Buatlah sebuah form baru kemudian tambahkan 2 buah label dan 2 buah command kedalam form anda.
  2. Dengan mengklik 2 kali, ubahlah caption pada objek tersebut sehingga terbentuk tampilan seperti dibawah ini:
  1. Klik kanan pada form, kemudian pilih properties
  2. Pada bagian dropdown anda pilih Form, kemudian pada tab event, carilah baris On Activate dan anda ketik max
  1. Dengan cara yang sama, ubah juga properti dari tombol Masuk dengan menuliskan ke Form Utama pada tab event baris On Click.
  2. Sedangkan untuk tombol keluar anda ubah properti pada tab event baris On Click dengan mengklik tombol hingga muncul jendela pilihan.
  1. Pilihlah code builder, kemudian klik tombol OK.
  2. Diantara perintah private sub dan end sub anda ketik teks seperti dibawah ini:

If MsgBox("Apakah anda ingin keluar dari program", 36, "Keluar Program") Then
DoCmd.Quit
End If

  1. Tutup jendela tersebut dengan menekan tombol ALT+Q
  2. Format form dengan memilih Format | Auto Format.
  1. Pilihlah Expedition
  2. Simpan form tersebut dengan nama Form Masuk
  3. Buat lagi sebuah form dengan tampilan sebagai berikut:
  1. Tambahkan sebuah label dan 3 buah command button
  2. Format dengan Auto Format pilihlah model Sumi Painting
  3. Tambahkan properti form pada event On Activate dengan Max
  4. Tambahkan juga properti untuk tombol Input Data pada event On Click dengan ke Form Mhs
  5. Sedangkan untuk tombol laporan tambahkan pada events On click dengan ke Laporan
  6. Untuk event On Click pada tombol tutup anda isi dengan ke Form Masuk
  7. Simpan dengan nama Form Utama
  8. Sekarang anda buka Form Mhs, kemudian anda ubah tampilannya sehingga tampak seperti gambar dibawah ini:
  1. Formatlah dengan Auto Format dan pilih model Sand Stone
  2. Tambahkan sebuah command button dan ganti captionnya dengan menu utama
  3. Tambahkan properti form pada On Activate dengan max
  4. Sedangkan untuk tombol menu utama, anda tambahkan ke Form Utama-2 pada event On Click
  5. Simpan lagi form anda.
  1. MACRO
Setiap perintah yang kita ketikan pada setiap event sebenarnya perintah tersebut digunakan untuk memanggil sebuah macro. Dengan demikian kini kita akan membuat macro yang nantinya akan dipanggil pada setiap form. Langkah-langkah yang harus kita lakukan adalah